Akhir-akhir ini bermunculan istilah-istilah yang kadang sedikit galau, galau dalam artian artinya jauh dari arti kata aslinya. hehehe, berikut nie salah satunya:
Tahu kan siapa Afgan? Pernah dengar lagunya yang judulnya sadis. Isitilah ini
awalnya dipake sama orang-orang di forum jual beli contoh di Kaskus. Misal ada iklan, “Jual
motor,bisa nego, no
afgan,” itu artinya, bisa nego tapi jangan sadis!
Banyak versi yang menyebutkan. Mulai dari anak lebay, anak
kelayapan, namun yang sering disebut
adalah anak layangan. Konon,
istilah ini digunakan untuk menyebut anak-anak yang sering nongol
di musik tv. Berambut merah, dan berkulit gelap seperti kebanyakan main layangan gitu. Namun seiring waktu,
kata alay sering dipakai untuk anak-anak yang sok eksis, narsis, norak dsb.
Kata ini udah lama sih. Cuman mulai kembali sering muncul. Sutra merupakan pelesetan dari kata sudah.
Di Twitter, sering bangeut liat hastag seperti ini. Biasanya #eaaa digunakan seseorang utk nge-tweet
kata-kata gombal. Kata ini diciptakan dan dipopulerkan oleh Tukul Arwana,
biasanya diucapkan pas Tukul melakukan gerakan yang aneh-aneh.
Kalimat yang lagi banyak ditirukan orang ini dipopulerkan Wendy Cagur dalam
tanyangan Opera Van Java. Kata-kata ini sempat jadi Trending Topic di
Twitter. Kalimat ini digunakan hanya untuk bercandaan saja.
Kata galau sebenarnya
termasuk dalam Bahasa Indonesia baku yang terdaftar di kamus, artinya perasaan kacau
nggak karuan, resah, bimbang. Tapi entah siapa yang
memulai. Kata galau mendadak populer di jejaring sosial. Sering muncul dengan
#galau dan yang berbau galau kayak #galaucity, #galaugombal, #lagugalau.
Berasal dari kata ganggu yang diubah dikit, dikasih imbuhan *-es*
dibelakangnya. “Gw unfollow ah, soalnya gengges, fotonya sok imut.*